Langsung ke konten utama
Sundaf Trip
Kembali ke BlogAmerika Latin

Amerika Latin di Meja Makan: Ceviche, Samba, Kopi, dan Empanada

Tim SUNDAF Trip 11 September 2026 7 menit
Amerika Latin di Meja Makan: Ceviche, Samba, Kopi, dan Empanada

Sepiring makanan bisa menjadi awal percakapan yang lebih menarik daripada daftar tempat wisata. Ikan apa yang dipakai? Mengapa jagung diolah seperti itu? Siapa yang mengajarkan resepnya? Pertanyaan kecil semacam ini mengajak kita mengenal sebuah tempat melalui orang yang menanam, memasak, dan menyantap makanannya.

Di Peru, Brasil, Kolombia, dan Chile, perjalanan kuliner membawa kita ke lingkungan yang berbeda: pesisir, pegunungan, kota pelabuhan, sampai kebun kopi. Keempat negara ini menjadi pintu masuk untuk mengenali perbedaan yang membuat tiap persinggahan menarik. Kita bisa mulai dari satu hidangan, kemudian mencari tahu hubungannya dengan kehidupan di sekelilingnya.

Peru: percakapan antara laut dan pegunungan

Ceviche dan orang-orang di balik sepiring ikan

Ketika membaca menu cevichería, rumah makan yang menyajikan ceviche, perhatikan jenis ikan serta bahan pendampingnya. Ceviche Peru menggunakan ikan mentah yang dimarinasi dengan jeruk asam, dibumbui cabai dan garam, lalu disandingkan dengan hasil pertanian setempat. Resepnya dapat berbeda antardaerah. Pada 2023, UNESCO memasukkan praktik dan makna seputar pembuatan serta konsumsi ceviche ke daftar Warisan Budaya Takbenda. Pengakuan itu juga mencakup pengetahuan nelayan, petani, dan juru masak, termasuk peran perempuan dalam menjaga tradisinya. Baca catatan UNESCO tentang ceviche.

Jadi, ketika mencoba ceviche di Lima, Anda bisa memulai dengan bertanya dari mana ikannya berasal atau apa yang membedakan racikan rumah makan tersebut. Perhatikan keseimbangan asam, asin, dan pedasnya, lalu coba bahan pendamping secara bergantian. Tidak perlu buru-buru mencari mana yang paling autentik; mendengar alasan pembuatnya memilih bahan tertentu sering kali lebih berkesan.

Di Cusco, lihat bahan sebelum memilih hidangan

Untuk berganti sudut pandang, masukkan Mercado San Pedro ke perjalanan di Cusco. Pasar ini tercantum dalam direktori lokasi PROMPERÚ dan berada di kawasan pusat bersejarah kota. Jadikan kunjungan ke pasar sebagai kesempatan mengenali bahan dan nama makanan yang belum familiar, bukan sekadar berburu foto. Mercado San Pedro dalam direktori PROMPERÚ.

Kentang menjadi salah satu bahan yang layak diperhatikan saat mengenal Andes. International Potato Center mendokumentasikan bagaimana komunitas petani di Potato Park, kawasan Cusco, menjaga varietas kentang asli melalui pengetahuan dan kerja bersama. Keragaman itu mempunyai penjaga: orang yang memilih benih dan meneruskan cara budidayanya. Kisah penjaga kentang dari International Potato Center.

Jika melihat beberapa bentuk kentang di lapak, coba tanyakan mana yang biasa direbus dan mana yang digunakan untuk masakan tertentu. Anda tidak harus menghafal semuanya. Mengetahui satu nama lokal beserta kegunaannya sudah memberi bekal untuk memahami hidangan berikutnya.

Brasil: meja makan dan musik yang mempertemukan orang

Feijoada memperlihatkan betapa banyak hal dapat bertemu dalam satu hidangan. Dalam penjelasan Fundação Joaquim Nabuco, versi yang dikenal luas memakai kacang hitam serta aneka daging, termasuk babi dan daging awetan, dengan pendamping seperti nasi, olahan singkong, sayuran hijau, dan irisan jeruk. Ada pula variasi carioca, Bahia, dan wilayah utara. Karena itulah, satu mangkuk feijoada tidak otomatis mewakili semua dapur Brasil. Ragam kuliner Brasil menurut Fundação Joaquim Nabuco.

Di Rio de Janeiro, sambungkan pengalaman makan dengan pengetahuan tentang samba. IPHAN, lembaga pelestarian warisan Brasil, mengenali tiga bentuk penting: partido-alto, samba de terreiro, dan samba-enredo. Mereka tumbuh sebagai cara komunitas berkumpul, bercerita, dan membangun rasa memiliki. Akar Afro-Brasil dan kehidupan lingkungan setempat penting untuk memahami musik ini. Penjelasan IPHAN tentang warisan budaya Rio.

Partido-alto memberi ruang bagi kreasi kolektif dan improvisasi. Samba-enredo berhubungan dengan cerita yang dibawa sekolah samba dalam parade, sementara samba de terreiro dekat dengan ruang pertemuan komunitas. Catatan resmi terbaru IPHAN menunjukkan pengakuan atas ketiga bentuk tersebut ditegaskan kembali pada 25 Maret 2025. Catatan warisan dan revalidasi IPHAN.

Pedra do Sal dapat menjadi titik awal untuk mengenal hubungan samba dengan sejarah komunitas kulit hitam Rio; lokasi ini juga ditunjuk oleh Visit Brasil. Saat menghadiri kegiatan musik, luangkan waktu mendengarkan dan ikuti arahan penyelenggara sebelum mendekati pemain atau merekam. Hindari berasumsi ada pertunjukan setiap kali Anda datang; periksa agenda tempatnya lebih dahulu. Panduan budaya Rio dari Visit Brasil.

Kolombia: kopi mempunyai alamat, arepa mempunyai banyak versi

Untuk mengenal kopi Kolombia, mulailah dari asal bijinya. Coffee Cultural Landscape yang diakui UNESCO terdiri atas enam kawasan pertanian dan 18 pusat permukiman di Andes bagian barat negara ini. Nilainya berkaitan dengan cara keluarga petani mengolah lahan kecil di pegunungan serta hubungan antara kebun, rumah, dan kehidupan masyarakat. Coffee Cultural Landscape of Colombia, UNESCO.

Kawasan tersebut mencakup bagian Caldas, Quindío, Risaralda, dan utara Valle del Cauca. Salento di Quindío adalah salah satu tempat untuk memperhatikan hubungan kota kecil dengan lanskap kopi. Colombia Travel juga menjelaskan arsitektur bahareque, yang menggunakan rangka serta bahan seperti tanah dan bambu sebagai bagian tradisi bangunannya. Panduan kawasan kopi dari Colombia Travel.

Di kedai, tanyakan daerah asal dan cara pengolahan kopi yang sedang disajikan. Jika tersedia pencicipan dua biji, bandingkan aromanya sebelum menambahkan gula. Catat yang benar-benar Anda rasakan; tidak perlu memaksakan istilah rasa yang terdengar ahli. Jika berkunjung ke kebun yang menerima tamu, dengarkan juga cerita pekerjaannya, bukan hanya penjelasan menyeduh.

Lalu perhatikan arepa. Di kawasan Andes Kolombia, jagung digunakan untuk membuat arepa dan beragam adonan lain; keju segar juga menjadi bahan penting. Di pesisir Karibia, ada arepa de huevo: arepa goreng dengan telur di dalamnya. Perbedaan ini memberi alasan untuk bertanya asal resep setiap kali menemukan nama makanan yang sama. Kuliner Andes Kolombia; Ragam makanan regional Colombia Travel.

Chile: dari isi empanada sampai suara perayaan September

Empanada de pino dapat menjadi perkenalan yang menyenangkan dengan dapur Chile. Isi klasiknya memadukan daging sapi, bawang, telur rebus, zaitun, dan kadang kismis. Kulitnya dipanggang, dan makanan ini disantap sepanjang tahun meskipun sangat menonjol saat Fiestas Patrias. Dalam perayaan tersebut, Anda juga dapat mengenal cueca, tarian berpasangan dengan saputangan, serta cumbia yang turut mengisi suasana. Tradisi Fiestas Patrias menurut Chile Travel.

Fiestas Patrias dirayakan pada 18 dan 19 September. Bagi yang membaca tulisan ini menjelang pertengahan September 2026, tanggal tersebut memberi konteks untuk memahami mengapa makanan dan musik begitu menonjol dalam pembicaraan tentang Chile bulan ini. Jadwal acara perlu diperiksa menurut kota dan penyelenggara. Empanada dalam tradisi September Chile.

Di pesisir, perluas perhatian ke masakan laut. Caldillo de congrio merupakan sup ikan conger; pastel de jaiba adalah olahan kepiting, sedangkan machas a la parmesana memadukan kerang dengan keju Parmesan. Nama hidangan memberi petunjuk tentang bahan, tetapi tetap tanyakan racikan rumah makannya. Pengenalan hidangan Chile dari Chile Travel.

Valparaíso menawarkan latar kota pelabuhan untuk melanjutkan pengamatan. Di Cerro Alegre dan Cerro Concepción, perhatikan rumah berwarna, jalan berbatu, dan galeri sebelum berhenti makan. Panduan resmi kota diperbarui pada Januari 2026; untuk kunjungan nyata, periksa lagi akses tempat atau kegiatan yang ingin Anda datangi. Panduan Valparaíso.

Bawa rasa ingin tahu ke meja makan

Sisakan waktu untuk satu percakapan, satu kedai, atau satu bahan yang belum Anda kenal. Minta izin sebelum memotret orang dan hormati mereka yang sedang bekerja. Bila Anda makan halal atau mempunyai pantangan tertentu, tanyakan bahan, kaldu, lemak, serta cara memasaknya secara spesifik; nama makanan saja belum cukup.

Setelah pulang, barangkali yang paling Anda ingat justru jawaban sederhana seorang penjual tentang resep keluarganya. Simpan nama makanan dan tempat asalnya, lalu ceritakan kembali dengan menyebut orang atau komunitas yang memperkenalkannya kepada Anda.

Ditulis oleh Tim SUNDAF Trip. Sumber budaya dan kuliner diperiksa pada 12 September 2026. Tulisan ini tidak menetapkan jadwal pertunjukan, jam buka, atau ketersediaan menu harian.

Foto pembuka: Plaza de Armas, Cusco, oleh Diego Delso, melalui Wikimedia Commons, lisensi CC BY-SA 4.0. Foto diubah ukurannya dan dikonversi ke WebP; tampilan dapat terpotong mengikuti layar.

Bagikan Artikel Ini